Welcome to Finanda's World, This Blog just about the true story from me and others. "Tinggalkan komentar anda".

CINTA = SAKIT

By : Finanda Rachmaulida Pratiwi



“Tidak semua cinta itu menyenangkan. Tapi tidak ada cinta yg tidak menyakitkan”

Cinta adalah sesuatu yang selalu menjadi topik utama dalam segala hal. Dia yg membuat warna-warna indah dalam dunia ini. Ada yang bilang cinta itu sangat menyenangkan dan dianggap sebagai bumbu kehidupan. Tetapi menurut saya, cinta itu bukan sesuatu yang menyenangkan, tapi cinta itu menyakitkan. Cinta itu sebuah penyakit. Cinta adalah sesuatu hal yang akan membuat kita sakit dan terjatuh! Tapi cinta juga mengajarkan kita untuk berkorban. Berkorban dengan rasa sakit. Hanya itu pengertian cinta dan tidak ada pengertian lain selain menyakitkan.

Tangisan adalah Obatnya


 By : Finanda Rachmaulida Pratiwi
Washington Irving –penulis Amerika (1783-1859)– “ada nilai sakral dalam tiap tetes air mata! Tangisan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Tangisan berbicara lebih fasih dari sepuluh ribu lidah. Tetes air mata itu adalah utusan dari kesedihan yang luar biasa … dan cinta tak terkatakan.”
Menurut pakar biokimia, Dr William Frey, menangis dapat membuat seseorang merasa lebih baik karena air mata yang keluar berfungsi ”menghapus ketegangan saraf pada tubuh” yang salah satu penyebabnya adalah stress karena terbebani masalah.
Menurut seorang ustadz, menangis itu juga kebiasaan orang-orang saleh, yakni menangis karena Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka: mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum Muslimin dalam [jihad] di jalan Allah” (HR. Tirmidzi).

Jika Aku Menjadi

By : Finanda R Pratiwi


“Andai aku bukan aku. Dan aku adalah kau. Maka aku akan tahu duniamu”

Jika aku menjadi ‘Buta’ ..
            Membayangkan dunia dengan khayalan indah, terang dan berwarna. Tapi hanyalah hitam dan gelap yang terlihat. Indahnya dunia hanya ada dalam pikiran. Berjuta warna yang ada tapi tetap satu, “Hitam”. Berbagai pemandangan indah dengan sinar mentari yang terang, tapi tetap satu, “Hitam”. Aku berjalan sendiri tanpa arah dan tak tahu keberadaan diriku sendiri. 2 bola ini tak berfungsi, tak berkedip dan tertutup kaca hitam. Aku tak bisa melihat rangkaian kata-kata buku yang bermakna. Tak dapat mengerti arti dari hasil tangan sang guru di sebuah papan. Dunia ini terasa gelap tak bercahaya. Dan duniaku adalah HITAM!

Berawal dari Sebuah Impian

By : Finanda R Pratiwi


“Jangan pernah takut untuk bermimpi, karena impian juga tidak pernah takut untuk bertemu diri kita”

                    Semua hal di dunia ini tercipta karena sebuah mimpi. Mungkin kita tidak akan pernah merasakan terangnya cahaya lampu bila tidak ada seorang Thomas Alva Edison yang bermimpi untuk membuat dunia ini lebih terang di malam hari. Mungkin juga saat ini kita tidak akan bisa berhubungan dengan orang lain dengan jarak jauh, bila Thomas Graham Bell tidak bermimpi untuk menciptakan telepon.  Impian itu penting, karna tanpa impian kita tidak mempunyai goals yang harus dicapai sehingga hidup kita tidak akan maju dan tetap di posisi. Bermimpilah dengan khayalan. Tapi jangan biarkan mimpimu hanyalah sebuah khayalan yang akan berlari menjauh darimu, kejarlah kemanapun ia pergi.

Tidak ada ‘Penyesalan’ melainkan ‘Pelajaran’

By : Finanda Rachmaulida Pratiwi


            
                 Manusia pasti selalu mengalami penyesalan, tetapi hanya orang berjiwa besar yang menganggap penyesalan adalah sebuah pelajaran. Sangatlah sulit untuk kita tidak menyesali sesuatu hal karena tindakan yang dilakukan, yang efeknya kita menjadi ingin kembali ke waktu lalu bahkan ingin rasanya dapat memutar waktu kembali. Semua itu menimbulkan GALAU, RESAH, dan BIMBANG. Kita menjadi orang yang termenung memikirkan masa lalu dan lemah dalam menghadapi penyesalan. Penyesalan itu datang karena sebuah tindakan tanpa pemikiran yang panjang. Maka, jika kita tidak ingin bertemu terlalu sering dengan penyesalan, berfikirlah beribu-ribu kali sebelum bertindak. Tetapi, jangan terlalu lama berfikir sehingga tidak melakukan tindakan. Pikirkan secara matang dengan memperhitungkan dampak yang akan terjadi kedepannya. Penyesalan diakibatkan karena tindakan tanpa pemikiran panjang, dan penyesalan itu timbul karena diri kita. Jadi, jangan pernah menyalahkan waktu dan keadaan karna mereka hanyalah  sesuatu yang tidak dapat kembali.

Sebuah Pilihan

                  By: Finanda Rachmaulida Pratiwi

             
“Pilihlah yang terpenting diantara beberapa pilihan. Walaupun semua pilihan itu penting”

                Sebuah pilihan yang akan menentukan segalanya. Seseorang bisa saja merasa tertekan disaat mereka menghadapi beberapa pilihan. Apapun yang kita pilih akan menentukan masa depan kita nanti. Jangan sampai salah pilih, karna itu akan sangat berpengaruh. Tapi ada kalanya seseorang harus memilih antara pilihan yang diajukan oleh orangtua mereka dan pilihan mereka. Itulah yang sangat berat untuk kita memilih. Jika kita bisa melakukan keduanya itu sangat luar biasa. Tapi jika  kita meninggalkan salah satunya, itu sangat menyakitkan. Karna keduanya penting bagi diri kita dan orang yang kita sayangi. Sangat sulih terpecahkan, tapi bisa dipecahkan oleh orang yang bijaksana. Karena pilihan adalah masalah yang selalu ada dalam hidup kita. Dan bila kita dapat menentukan yang tepat kitalah sang pemenang!

Just about PB !

By : Finanda Rachmaulida Pratiwi



“Playboy itu ga bisa berkomitmen sama satu cewe!”

Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran 'cowo playboy'? kenapa mereka itu menginginkan untuk mempunyai lebih dari satu wanita?? Sebenarnya adakah untungnya bagi mereka? sebanyak apapun wanita yang ia miliki, tapi hanya satu yang akan menjadi pasangan hidupnya.
Seorang playboy tanpa ia sadari mereka telah menyakiti hati wanita, hati yang tulus dan suci yang diberikan hanya untuk dia. Playboy itu mungkin belum mengerti akan arti cinta yang sesungguhnya, mereka hanya bisa bermain-main dengan kata-kata cinta tanpa memahami dan merasakan arti sesungguhnya.